Assalamu'alaikum Wr.wb.
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Manusia diciptakan Allah sudah pasti membawa nasib dan nasabnya masing - masing. Entah bagaimana perjalanan hidupnya, selalu ada hikmah yang dapat diambil sebagai bahan pembelajaran. Masa hidup manusia melewati fase-fase yang secara struktural berkesinambungan layaknya sebuah siklus. Dari tidak tahu apa-apa, kemudian mengetahui segalanya dan sampai akhirnya lupa mengenai segalanya. Dari mulai tidak memiliki daya upaya, kemudian menjadi perkasa lalu kembali menjadi renta dan tidak berdaya. Seperti dijelaskan di dalam Al-Qur'an Surah An-Nahl ayat 78 yang artinya :
" Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur"
Dari ayat diatas, dapat difahami bahwa manusia diciptakan atas kuasa Allah. Hal ini menjadikan sebuah tuntutan agar manusia selayaknya selalu berterimakasih kepada Sang Pencipta. senantiasa berzikir mengingat Allah, karena selamanya manusia yang butuh terhadap Allah. Janji Allah adalah hal yang pasti ditepati, tinggal bagaimana sikap kita sebagai seorang hamba untuk menjadi layak berada di posisi hamba Allah yang taat.
Ada beberapa cara yang harus kita lakukan sebagai hamba yang senantiasa butuh terhadap Allah dan agar supaya menjadu hamba yang selalu mengingat Allah, diantaranya :
- "Selalu berdo'a dengan kejujuran" Jujur adalah sikap dimana kita tidak membohongi hati dan fikiran yang diimplemntasikan dalam prilaku sehari-hari. Jujur didalam berdo'a yakni mengakui secara nyata tentang apa yang kita rasakan dan kita butuhkan didalam pengaduan kepada Allah SWT. Meskipun dalam kenyataanya Allah selalu mengetahui apa yang terjadi pada diri kita, namun Allah memberikan kesempatan kepada setiap hamba untuk berlaku jujur sehingga Allah akan melihat kesungguhan kita didalam berdo'a;
- "Berusaha berdo'a dengan khusyu" Khusyu nya seorang hamba tidak dapat ditaksir oleh ukuran manusia, tapi manusia wajib untuk mengusahakannya dengan cara mengerahkan sepenuh hati dan jiwa intuk segalanya pasrah kepada Allah dan segalanya hanya untuk Allah semata;
- "Mengaji dengan ikhlas dan yakin" Mengaji adalah kegiatan seorang hamba didalam mengingat Allah, mengaji bisa dengan berbagai cara, diantaranya dengan mengaji Alqur'an sebagai kitab suci umat Islam, atau mengaji didalam proses kehidupan, mengaji alam, mengaji sifat, mengaji sikap. Dengan intisari hidup manusia sebagai hamba yang harus taat. Keikhlasan harus dibarengi dengan keyakinan, ikhlas tidak harus diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan keyakinan kuat bahwa segala apa yang ada di bumi dan di langit adalah ayat - ayat AllahSWT;
- "Senantiasa bersholawat dalam mengingat Rasulullah SAW" Rosulullah SAW sebagai utusan Allah memiliki hak tunggal untuk memberi syafaat kepada umatnya. Sebagai pengakuan kita sebagai umat Rosul dan sebagai bukti cinta kita terhadap Rosul adalah dengan senantiasa mengumandangkan shalawat.
- "Memperbanyak berbagi dengan Sodaqoh" Sodaqoh merupakan jalan pembuka rejeki. Allah SWT sudah berjanji untuk melipatgandakan rejeki bagi siapa saja yang bersidaqoh dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.
Didalam proses menjalan kehidupan manusia, apabila selalu ingat kepada Allah, maka Allah akan selalu bersama dengan kita. "Innallaha Ma'ana" sesungguhnya Allah bersama kita.
Zaman sekarang ini sudah sangat sedikit manusia yang mengingat siapa dirinya, dan untuk apa dia diciptakan. Ini adalah keadaan kritis, dimana setiap hati manusia dalam keadaan terlelap dalam kebodohan.
Semoga Allah menjadikan kita semua manusia yang pantas mendapatkan Hidayah Allah. Aminn
Sitularang Tonggoh(Rancah-Ciamis), 19 Dzulkaidah 1437H
Iman Nursolah S.Kom
Wassalamu'alakum Wr.Wb
Catatan :
Bagi akhi atau ukhti yang ingin berbisnis dengan jalan syar'i serta dipenuhi dengan amal, silahkan Akhi atau Ukhti bisa klik di www.bit.ly/PAYTRENMUDAH atau klik gambar PayTren dibawah.

